Rabu, 08 November 2017

Kunjungan Konsolidasi dan Kordinasi Syuriyah dan PC NU Kudus di MWC NU Jati

Kudus, 8/11/2017, Kunjungan konsolidasi dan kordinasi Jajaran Syuriyah NU dan PC NU kabupaten Kudus ke MWC NU Jati ini dihadiri oleh Rois Syuriyah NU Cabang Kudus KH. Ulil Albab Arwani Al Hafidz beserta Pengurus Cabang lainya yaitu diantaranya adalah Prof. KH. Muslim A.Kadir, KH. Shodikun, KH. Amin Yasin dan Bapak Agus Hari Ageng.

Selanjutnya dalam acara ini yang diundang adalah pengurus MWC sendiri, pengurus ranting NU Kecamatan Jati beserta Banomnya, yaitu NU, Muslimat, GP. Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU.

Dalam sambutannya Rois Syuriyah NU Kudus, KH. Ulil Albab Arwani Berpesan ;
1. Menjalankan amanat itu harus ikhlas.
2. Taat Kepada Ulama' dan kyai adalah Ibadah.

Amanat dari Masyarakat harus dijaga dan dirawat dengan baik, Melaksanakan ibadah Kepada Allah SWT syarat utamanya agar ibadah kita diterima adalah IKHLAS karena Allah SWT, kalau kita beramal tidak ikhlas karena Allah, contohnya hanya ingin mendapatkan pujian atau imbalan maka Allah tidak akan menerima amalnya.

Amal adalah badan atau jisim dan Ikhlas adalah nyawa atau ruh. Berjuang menegakkan agama Islam dengan cara bermacam macam, pada zaman dahulu kita dengan perang melawann penjajah, maka pada saat ini kita dengan menggunakan syiar dakwah bukan lagi dengan perang. kalau umat Islam khususnya warga Nahdliyyin bersatu untuk mengakkan Aswaja Annahdliyyah maka umat islam akan kuat, jadi jangan sampai terpecah belah.

kemudian dalam suatu organisasi yang kuat dan berkembang maka perlu mencari seorang Pemimpin kuat adil dan peduli dengan masyarakatnya, maka Jamaahnya akan kuat. kita wajib selalu mengikuti perintah dari pemimpin, ulama, kyai dalam mengarahkan amar ma'ruf atau koridor yg baik dan jangan mengikuti hal perintah yang tidak baik, yang terpenting juga kita perhatikan adalah dengan taat ini kita mengikuti Sunnah-sunah Rasulullah. Persatuan dan Kesatuan adalah sebagai power (kekuatan ) untuk berjuang bersama menegakkn Islam Aswaja Annahdliyyah, karena itu dalam kepngurusan suatu oraganisasi harus sinergi dari mulai ranting, MWC sampai Cabang NU.

Syuriyah NU berpesan juga dalam menghadapi dinamika politik, apalagi dalam menjelang pilkada 2018 Kabupaten Kudus, kita sebagai Warga NU harus pintar dalam memilih pemimpin yang adil dan amanah. Kewajiban kita bersama untuk mendirikan pemimpin yang adil dan baik juga Amanah, karena ini adalah kewajiban dalam hukum syara' agama Islam maka kita harus melaksanakannya.

Adil harus bisa mentaati aturan dalam Islam dan pemerintah, hal ini memang sangat sulit, maka pilihlah pemimpin yang paling baik, kita harus berusaha melaksanakan dan mempersiapkan dengan memilih yang cerdas ketika nanti sudah waktu mencoblos, memang sebagai Rois Syuriyah NU tidak punya kursi, akan tetapi kewajiban untuk mengarahkan warga Nahdliyyin untuk memimilih kepada imam (pemimpin) yang adil dan baik.

Kenyataan dilapangan memang berat, pandangan dimasyarakat bahwa pemimpin dengan uang banyak akan terjadi (money politik), maka rakyat disuruh mencoblos dengan dikasih uang atau imbalan lainnya untuk memilih pemimpin. maka kita harus benar-benar berhati-hati untuk bisa menempatkan posisi seperti ini. Pilihlah pemimpin yang sefaham dengan Aswaja Annahdliyyah dan jangan memilih pemimpin yang tidak sefaham dengan Aswaja Annahdliyyah.

Dalam memilih dan memilah seorang pemimpin di pilkada 2018 Kabupaten Kudus ini, jajaran Syuriyah NU, PC NU beserta MWC, akan bermusyawarah untuk memilih dan mengarahkan masyarakat warga Nahdliyyin untuk memilih pemimpin yang adil dan baik. maka diadakan pertemuan atau majlis khusus untuk menentukan siapa pilihannya yang di usung NU waktu pilkada nanti.tidak malam ini saya sebutkan, tapi nanti, tutur Prof.KH. Muslim A.Kadir.

Kemudian acara konsolidasi ini dilanjutkan dengan tanya jawab dialogis yang dalam hal ini moderator dipimpin oleh bapak Agus Hari Ageng.
(red.Najib Azza)

Kamis, 26 Oktober 2017

Puncak Acara HSN 2017 Kudus dengan MMBS

Kudus, 26/10/2017
Rangkaian HSN kabupaten kudus 2017 Alhamdulillah tinggal 1 event lagi, MMBS atau Mlaku Mlaku Bareng Santri. Kegiatan ini insya Allah akan di ikuti oleh 100 ribu peserta dari kalangan santriwan santriwati se kabupaten Kudus dengan memakai khas santri yaitu sarungan, acara yang di mulai pukul 05.00 WIB, dalam acara ini dimeriahkan beberapa perform dan atraksi diantaranya ada senam dzikir MA Banat NU, Atraksi Pagar Nusa dan Banser NU. Selain itu ada Teater, Bhakti Sosial medis barada banser, Donor darah dan Bhakti lingkungan LPBI NU. Acara ini sekaligus penutupan HSN 2017 kabupaten Kudus dan juga memperingati hari sumpah pemuda sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai kesantrian dalam membentengi PBNU yaitu (Pancasila, Bhineka tunggal ika, NKRI dan UUD 45), Salam Santri Mandiri, NKRI Hebat. 
Sumber : H.Mawahib Afkar (Ketua SC HSN 2017 Kabupaten Kudus)

Kamis, 05 Oktober 2017

Peresmian Gedung MWC NU JATI KUDUS

PERESMIAN GEDUNG
MWC NU DAN NUR MUTHMA'INNAH KEC.JATI

RANGKAIAN ACARA :

Pra Acara :

Terbang PAPAT dari PR. NU MEGAWON

ACARA :

1. Pembukaan : Suyudi
2. Pasal : Ustadz Jamian
3. Tahlil : Kyai Sumber Irfan
4. Sambutan :
    Pengurus MWC (H. SUBHAN)
    Camat Jati ( Bp. Andrias)
5. Prosesi Peresmian Gedung MWC NU JATI
6. Mauidhoh Khasanah (KH. AMIN YASIN).

TAMU-TAMU YANG HADIR :
UNDANGAN 200.

1. CAMAT JATI
2. KAPOLSEK JATI
3. KORAMIL JATI
4. PENGURUS MWC NU JATI
5. PENGURUS RANTING NU &
    BANOM NU
6. KEPALA DESA GETAS PEJATEN
7. TOKOH AGAMA
8. TOKOH MASYARAKAT
9. TETANGGA

DIRESMIKAN OLEH :
PC.NU KUDUS.
(Drs. H. ABDUL HADI, M.Pd.)

PENANDATANGANAN PRASASTI OLEH :

TANFIDIYAH.   : H. SUBHAN
MUSTASYAR.  : KH.ALIF SYAROFI
SYURIYAH        : KH. ZAENAL AFRONI

KETUA PANITIA
SYAIFUDDIN NAJIB, S.PdI

SEKRETARIS
RIF'AN, S.PdI

Jumat, 15 September 2017

Cara Menguburkan Ari Ari

TATA CARA MENGUBUR ARI-ARI BAYI

Selama dalam rahim, ari-ari memiliki empat fungsi. Termasuk mengirimkan gizi dan oksigen, membawa karbondioksida dan sisa pembuangan, membentuk pertahanan dari infeksi dan mengeluarkan hormon penunjang kelangsungan hidup. Demikian pentingnya peranan ari-ari, hingga ia tetap diperlakukan dengan layak, sekalipun tugas utamanya telah selesai.

Dari kacamata spiritual Jawa, ari-ari masih memiliki peranan panjang hingga ke depannya. Istilah Kakang Kawah, Adi Ari-Ari, Getih lan Puser menggambarkan bahwa ari-ari tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jabang bayi yang dilahirkan. Ari-ari merupakan ‘adik kandung’ tiap-tiap pribadi yang menemani kemanapun orang ini pergi.

Karena itulah menguburkan ari-ari juga tidak boleh sembarangan. Ada tata caranya, seperti yang tertulis berikut ini.

1. Setelah janin lahir, ari-ari dibersihkan atau disucikan. Beralaskan daun senthe, ari-ari dimasukkan ke dalam periuk tanah. Kemudian ditutup dengan cobek atau tempurung kelapa.

2. Diatas wadah diberi berbagai ubarampe atau barang syarat. Barang-barang yang dijadikan syarat ini biasanya berbeda untuk tiap daerah.
Ari-ari beserta ubarampenya kemudian dibungkus dengan kain mori (kain putih pembungkus).

3. Lubang untuk mengubur ari-ari digali oleh si bapak. Dalamnya sekitar satu lengan. Bila bayinya perempuan, letak lubang ini ada di sebelah kiri pintu utama rumah. Sedangkan bila bayinya laki-laki, lubangnya terletak di sebelah kanan.

4. Termasuk orang yang berhak melakukan penguburan ari-ari adalah bapak kandung, kakek, atau saudara laki-laki lain yang paling dekat dengan si bayi. Baiknya, sebelum menguburkan terlebih dulu mandi besar untuk menyucikan diri. Kemudian mengenakan kain atau sarung.

5. Ari-ari yang telah terbungkus dibawa dengan cara diemban, alias digendong menyamping di pinggang. Lalu dimasukkan ke dalam lubang dan ditimbun dengan tanah. Sebelum ditimbun tanah ada beberapa doa yang sebaiknya dibaca terlebih dahulu:
a. Dibakan adzan dan iqomah
b. Dibacakan dua kalimat Syahadat
c. Dibacakan Sholawat
d. Dibacakan jopo: "Jabang Bayi, Ojo Kakehan nangis, ojo kakehan bika, ojo kakehan penyakit, taat marang Gusti Allah lan Rosulullah, tunduk marang wong tuwo loro, apik marang sedulur lan masyarakat, migunani kanggo Nusa, Bangsa lan Agama"
e. Kemudian dijawab sendiri: "Injih...injih...injih..."

6. Selanjutnya masukkan tanah yg sdh diacak. Semakin padat penimbunannya semakin baik, agar ari-ari aman dari gangguan binatang.

7. Selama selapan (35 hari), kuburan ini diberi penerangan. Agar baik ari-ari maupun si jabang bayi selalu diberi penerang dalam perjalanannya.

Kegiatan Akreditasi PR. GP. Ansor Se Kecamatan Jati

Kudus, 15/9/2017
Sambutan Ketua PAC GP. ANSOR Jati H.Hadi Sofyan dalam kegiatan Akreditasi yang diadakan oleh PC. GP. Ansor Kudus
Merupakan sebuah hal sangat penting yang menjadi tolak ukur kita menjalankan organisasi dibuktikan dengan biodata seluruh anggota dan ini adalah yang menjadi sejarah pada ranting masing-masing. Dokumentasi dan administrasi akreditasi ditarget sampai 80% ada 10 ranting dari 14 desa.

Setiap ranting akan menyodorkan berkas dan komponen yang nanti dinilai, harapannya adalah kami agar semua ranting bisa ikut dan bagi yang belum bisa dibenahi lagi. Hal ini jangan buat beban bagi semua ranting untuk akrediatasi yang nanti buat mengukir sejarah yang bermanfaat bagi generasi penenerusnya.

Salah satu Komponen - Komponen penilaian akreditasi organisasi Gerakan Pemuda Ansor didasarkan kepada 4 komponen instrumen program pokok, yaitu meliputi Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, Kaderisasi rekrut anggota dalam struktur kepengurusan,  Pengembangan Banser dan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan, dalam persiapan akrditasi ini kami bersama jajaran pengurus PAC Ansor Jati dan PR. Ansor Se Kecamatan Jati memberi arahan dan  membekali mereka terkait dengan instrumen-instrumen yang nantinya harus dipersiapkan.
(red.najib)

Akreditasi PR. GP. Ansor Se Kecamatan Jati

Kudus,15/9/2017
Akreditasi Organisasi PR GP Ansor Se Kecamatan Jati oleh Tim Assesor PC GP Ansor Kudus yang dilaksanakan di gedung MWC NU Jati pada malam sabtu pukul 19.30 Wib sampai dengan pukul 23.00 WIB yang di ikuti oleh 10 Ranting Se Kecamatan Jati. Tim Assesor PC. Ansor Kudus yang hadir Sahabat Dasa Susila, Tian Suwandi, Solekhan

Diadakannya kegiatan Akreditasi ini dengan tujuan Menentukan tingkat kelayakan organisasi dalam menyelenggarakan kegiatannya dan Memperoleh gambaran tentang kinerja organisasi.

Selain tujuan, fungsinya adalah Mengetahui kelayakan dan kinerja organisasi dengan mengacu pada indikator-indikator yang telah ditentukan, Mempertanggungjawabkan kegiatan organisasi sesuai dengan visi dan misi Gerakan Pemuda Ansor dan Meningkatkan kualitas atau kinerja organisasi.

Komponen - Komponen penilaian akreditasi organisasi Gerakan Pemuda Ansor didasarkan kepada 4 program pokok, yaitu meliputi Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, Pengembangan Kaderisasi rekrut anggota dalam struktur kepengurusan Ansor-Banser, Kebanseran dan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan.

H. Sofyan Hadi, selaku PAC GP. Ansor Jati mengatakan, bahwa diadakannya Akreditasi ini untuk bisa tertib dalam administrasi dan perangkat lainnya, walaupun kegiatan-kegiatan di ranting aktif kalau tidak dilengkapi dengan administrasi pendukung maka kurang Afdhol rasanya berorganisasi, makanya dalam persiapan akrditasi ini kami bersama jajaran pengurus PAC Ansor Jati dan PR. Ansor Se Kec. Jati memberi arahan dan  membekali mereka terkait dengan instrumen-instrumen yang nantinya harus dipersiapkan. Pada malam ini ranting yang ikut Akreditasi adalah Getas Pejaten, Loram Wetan, Loram Kulon, Jepang Pakis, Megawon, Tanjung Karang, Ploso, Pasuruhan Lor, Pasuruhan Kidul dan Jati Kulon, yang belum 4 ranting yaitu Ngembal Kulon, Tumpang Krasak, Jetis Kapuan dan Jati Wetan.

Najib selaku ketua PR. Ansor Getas Pejaten mengatakan. Persiapan kami sudah sepekan lebih untuk mempersiapkan 4 komponen instrumen sampai kami lakukan lembur sampai malam dengan dibantu sahabat-sahabat yang lain dengan bagi tugas, harapan kami dengan akreditasi ini bisa memajukan dan memotivasi organisasi khususnya ranting-ranting ansor lainnya yang belum aktif sekaligus menambah pengalaman dalam berorganisasi khususnya adalah Gerakan Pemuda Ansor. Salam semangat untuk SIAP Akreditasi.

(#red.najib)

GP. ANSOR GETAS PEJATEN KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS RIJALUL ANSOR ASWAJA ANNAHDLIYYAH

Akreditasi PR. GP. Ansor Jati Kudus

Kudus,15/9/2017
Akreditasi Organisasi PR GP Ansor Se Kecamatan Jati oleh Tim Assesor PC GP Ansor Kudus yang dilaksanakan di gedung MWC NU Jati pada malam sabtu pukul 19.30 Wib sampai dengan pukul 23.00 WIB yang di ikuti oleh 10 Ranting Se Kecamatan Jati. Tim Assesor PC. Ansor Kudus yang hadir Sahabat Dasa Susila, Tian Suwandi, Solekhan

Diadakannya kegiatan Akreditasi ini dengan tujuan Menentukan tingkat kelayakan organisasi dalam menyelenggarakan kegiatannya dan Memperoleh gambaran tentang kinerja organisasi.

Selain tujuan, fungsinya adalah Mengetahui kelayakan dan kinerja organisasi dengan mengacu pada indikator-indikator yang telah ditentukan, Mempertanggungjawabkan kegiatan organisasi sesuai dengan visi dan misi Gerakan Pemuda Ansor dan Meningkatkan kualitas atau kinerja organisasi.

Komponen - Komponen penilaian akreditasi organisasi Gerakan Pemuda Ansor didasarkan kepada 4 program pokok, yaitu meliputi Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, Pengembangan Kaderisasi rekrut anggota dalam struktur kepengurusan Ansor-Banser, Kebanseran dan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan.

H. Sofyan Hadi, selaku PAC GP. Ansor Jati mengatakan, bahwa diadakannya Akreditasi ini untuk bisa tertib dalam administrasi dan perangkat lainnya, walaupun kegiatan-kegiatan di ranting aktif kalau tidak dilengkapi dengan administrasi pendukung maka kurang Afdhol rasanya berorganisasi, makanya dalam persiapan akrditasi ini kami bersama jajaran pengurus PAC Ansor Jati dan PR. Ansor Se Kec. Jati memberi arahan dan  membekali mereka terkait dengan instrumen-instrumen yang nantinya harus dipersiapkan. Pada malam ini ranting yang ikut Akreditasi adalah Getas Pejaten, Loram Wetan, Loram Kulon, Jepang Pakis, Megawon, Tanjung Karang, Ploso, Pasuruhan Lor, Pasuruhan Kidul dan Jati Kulon, yang belum 4 ranting yaitu Ngembal Kulon, Tumpang Krasak, Jetis Kapuan dan Jati Wetan.

Najib selaku ketua PR. Ansor Getas Pejaten mengatakan. Persiapan kami sudah sepekan lebih untuk mempersiapkan 4 komponen instrumen sampai kami lakukan lembur sampai malam dengan dibantu sahabat-sahabat yang lain dengan bagi tugas, harapan kami dengan akreditasi ini bisa memajukan dan memotivasi organisasi khususnya ranting-ranting ansor lainnya yang belum aktif sekaligus menambah pengalaman dalam berorganisasi khususnya adalah Gerakan Pemuda Ansor. Salam semangat untuk SIAP Akreditasi.

(#red.najib)

Jumat, 25 Agustus 2017

Kirab Sedekah Bumi Getas Pejaten

Kudus, 25/08/2017
Bersyukur kepada Allah SWT Tuhan sang pencipta tentang apa yang telah di anugerahkan kepada seluruh umat manusia, Allah telah menciptakan bumi dengan segala isinya dan Allah juga yang telah menjaganya, dengan berbagai perubahan musim yang telah mempengaruhi siklus bumi agar seimbang dan berbagai fenomena Alam lain yang kadang manusia tak dapat menyadari bahwa semua itu menunjukkan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Oleh karena itu, salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan bumi dengan segala isinya yaitu dengan melaksanakan ritual upacara sedekah bumi.

Upacara Sedekah bumi merupakan sebuah ritual yang biasanya di lakukan oleh masyarakat jawa, sedekah bumi berarti menyedekahi bumi atau niat bersedekah untuk kesejahteraan bumi. Bersedekah adalah hal yang sangat di anjurkan, selain sebagai bentuk dari ucapan syukur atas segala nikmat yang telah di berikan Allah, bersedekah juga dapat menjauhkan diri dari sifat kikir dan dapat pula menjauhkan diri dari musibah. Melihat dari semua itu, sungguh sangat perlu untuk melaksanakan ritual sedekah bumi. Bumi yang hakikatnya sebagai tempat hidup dan bertahan hidup bagi semua makhluk yang ada didalamnya, sudah selayaknya kita sebagai manusia yang sejatinya adalah khalifah atau pemimpin di muka bumi ikut menjaga dan mendo’akan agar keselamatan dan kesejahteraannya terjaga. Bila bumi sejahtera, tanah subur, tentram, tidak ada musibah, maka kehidupan di bumi pun akan terjaga dan manusia pun pada akhirnya yang memetik dan menikmati kesejahteraan itu. "Toto titi tentrem karto raharjo, gemah ripah loh jinawe".
Getas Pejaten merupakan desa di wilayah Kecamatan Jati Kabupaten Kudus dengan jumlah penduduk Kurang lebih 8000 jiwa yang juga merupakan bagian kecil dari Indonesia,   tentunya mempunyai hal dan kesadaran yang sama untuk menghargai budaya, selanjutnya kebudayaan sedekah bumi ini sebagai wujud rasa syukur, maka mengimplementasikannya dengan kegiatan–kegiatan yang positif dalam nuansa kebersamaan dan keakraban serta kerukunan umat beragama.
Najib, salah satu warga di RT. 6 RW. 3  mengungkapkan bahwa ini kegiatan yang pertama kali diadakan didesa, sebelumnya memang belum ada, pada malam jumat pahing 24/08/2017 sebelum kirab pemdes mengadakan kenduri doa bersama kemudian dilanjutkan kirab sedekah bumi dan malamnya pertunjukkan kethoprak. Peserta yang ikut adalah Pemdes, BPD, PKK, NU dan Banom, Karang Taruna, Warga RT. RW se Getas Pejaten dan Partisipasi SD. SMP dan MI. MTs. karena moment ini bersamaan dengan HUT RI ke 72 maka pada hari ahad ini juga akan diadakan jalan sehat warga se Getas Pejaten.
Selain itu, Puncak acara kami yaitu dengan Pengajian Kebangsaan yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 oktober 2017 di gedung graha mustika dengan mendatangkan Kyai Ilham Suprianto Ngaji Wayang Goro goro, Gamelan dan Qosidah dari Pati.
Sedekah bumi ada dan akan tetap di jaga dari generasi tua hingga muda. Keberadaanya mampu menjadi spirit warga untuk tetap bekerja dan berkarya. Melalui tanda syukur menjadikan manusia ingat atas kenikmatan, kemampuannya serta makin taat kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.
#redNajib

Sabtu, 29 Juli 2017

TURBA PC. ANSOR KE.2 PENGUATAN KEMANDIRIAN PEREKONOMIAN

Kudus, 29/7/2017,
Acara yang digelar di gedung MWC NU Jati ini dihadiri oleh jajaran PC. GP. Ansor Kudus, PAC Jati dan PR se Kecamatan Jati,
Turba ke dua yang dilaksanakan dengan pemaparan PROKJA ini, bertujuan untuk memberikan informasi pada PAC dan PR pada tahun ke dua kepengurusan H. Sarmanto
Dalam raker tahun kedua ini adalah di fokuskan pada penguatan perekonomian tanpa meninggalkan idiologi dan kaderisasi pada Rakercab PC. Ansor Kudus yaitu menuju kemandirian ekonomi, jadi semua GP. Ansor tingkat PAC dan PR ini harus mendukung sepenuhnya kegiatan program yang sudah dicanangkan oleh PC Ansor Kudus, namun program ini adalah program untuk semuanya yaitu PAC dan PR.
Selanjutanya, dalam raker kedua ini dipaparkan oleh H. Mawahib Afkar selaku dalam jajaran pengurus harian yaitu wakil ketua sekaligus yang membidangi di Departemen Busidol (Budaya Seni dan olah raga).
Rakercab yang sudah dilaksanakan pada tanggal 15 juli 2017 mengesahkan beberapa kegiatan yaitu pada bidang bidang yang ada dalam departemen yaitu keagamaan, organisasi, kaderisasi,penelitian dan pengembangan, pelatihan ketrampilan, budaya dan olahraga, ekonomi dan keuangan syari'ah.
Seperti dalam bidang Kaderisasi bentuk kegiatannnya adalah monitoring dan evaluasi oraganisasi PAC dan PR kerjasma internal dan eksternal turba ke PAC Ansor dan Rijalul Ansor, akreditasi organisasi, pendataan anggota, workshop pengolahan database,
Kemudian dalam bidang Litbang, penelitian dan pengembangan. Dalam rakercab tersebut adalah seminar yaitu pelatihan Interpreneurship, menuju kemandirian ekonomi, penelitian potensi kader NU profil organisasi, kader dan pemberdayaan umat Islam. Dalam Departemen agama yaitu Majlis Dzikir dan sholawat, Aswaja center, ziarah/umroh. Departemen keagamaaan ini yang di ketuai olehvgus umam yaitu program dalam perencanaan yg nanti direalisasikan dalam kajian rutin di selapanan 9 kecamatan untuk aswaja center dengan tujuan penguatan aswaja di kabupaten kudus, identifikasi ponpes, kyai muda, kajian aswaja di masjid agung kudus, kajian aswaja kerjasama IPNU dan IPPNu dari PC.PR.
Selain itu, di bidang BUSIDOL programnya ada Harlah Ansor, PHBI, HSN, Ansor CUP yang tahun kemaren sudah action di Kudus dan mendapatkan banyak dukungan di kalangan Nahdliyyin terutama para pelajar dan santri.
pada akhir sesi dipaparkan oleh PAC Ansor Jati sahabat H. Sofyan Hadi tentang pendirian Klinik Pratama Ansor di Kabupaten Kudus. Target 2018-2019 harus terwujud bangunan.
Selain itu pada akreditasi PR. GP Ansor dalam komponen penilaian yaitu Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, rekrut anggota, kebanseran, kegiatan sosial kemasyarakatan dan kepemudaan.

Turba Ke - 2 PC GP. ANSOR KUDUS

Kudus, 29/7/2017,
Rakercab II (kedua) Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kudus yang dilaksanakan pada sabtu malam yang bertempat di gedung MWC jati, pada kegiatan Turba ini yang ke 8 dari PC GP. ansor Kudus.
H. Sarmanto selaku Ketua PC. Ansor Kudus Dalam sambutannya, pada tahun ke 2 ini perlu ada sosialisasi yang harus ada satu pemahaman antara PC, PAC dan PR terkait dengan visi misi ansor kudus, 3 visi tersebut adalah penguatan ideologi Aswaja Annahdliyyah, Penguatan organisasi dan kaderisasi dan pengutan ekonomi. Pada tahun pertama adalah penguatan ideologi dan kaderisasi, ini terbukti bahwa dari 132 desa atau ranting yang ada dikabupaten Kudus sudah aktif yang mencapai kurang lebih 90%  yaitu 115 desa atau ranting kemudian target dalam tahun kedua ini harus bisa 100% di semua desa atau ranting se kabuptrn kudus. Prestasi tersebut  dibuktikan dari PAC yang sudah melaksanakan PKD, DIKLATSAR, PKL dan SUSBALAN, support dari kegiatan tersebut bisa memotivasi di masing-masing ranting yang selama ini belum aktif sehingga bisa aktif dan action.
Untuk penguatan ideologi yaitu terbentukanya Aswaja Center dan Rijalul Ansor dengan Tujuan penguatan ideologi Aswaja Annahdliyyah, kemudian dalam hal persoalan organisasi Ansor Banser sudah mengarah pada visi misi dan kegiatan dan bisa mempengaruhi kebiajakan kebijakan di kabupaten kudus contoh perda pelarangan karaoke yang di tegakkan pada tingkat kabupaten, selain itu pada tingkat nasional yaitu munculnya perpu ormas radikal yang anti NKRI.
(#red.najib)

Minggu, 16 April 2017

Gebyar Harlah NU Ke 94 PR NU GETAS PEJATEN JATI KUDUS

KUDUS – Gebyar Harlah NU Ke 94 PR NU Getas Pejaten Kecamatan Jati ini sangat meriah, Ahad (16/4) pagi. Kegiatan yang dilaksanakan pukul 07.30 WIB dengan Start Halaman Parkir Terminal Getas Pejaten atau utara masjid Addawatul Haq dan Finishnya di MI NU Baitul Mukminin. Peserta yang diikuti kurang lebih 2000 peserta diantaranya adalah dari Bapak bapak NU, Muslimat, GP. Ansor, Banser, Fatayat NU, IPNU IPPNU, RA.MI NU BAITUL MUKMININ, TK.MI NU KHOIRIYYAH, Pengurus Takmir Masjid dan Mushola, Jamiyyah Lailatul Ijtima', dan Remaja Masjid Se Getas Pejaten.

Kegiatan ini sangat antusias bagi siswa siswi karena di moment seperti ini anak yang ikut Kirab ada yang di tata seperti  Polisi, TNI, Guru, Kyai, Ulama', Da'i, Wali Songo dan lain sebagainya.
Pengiring kirab  yang dimeriahkan oleh grup marchingband dari siswa siswi Madrasah NU Baitul mukminin dan Khoiriyyah dengan dandanan maskot yang Spektakuler dan baju beraneka ragam budaya, suku yang justru menekankan budaya nusantara.

Perbedaan itu paling tampak ketika Kirab Merah Putih. Pada kirab ini, banyak menampilkan atraksi marcghingband,tongtek, dan juga beraneka dandanan nusantara yang menyatukan berbagai suku dan agama.

”Kirab Merah Putih" ini memang dibuat berbeda, karena kami ingin seluruh masyarakat Kudus, khususnya di Getas Pejaten bisa menikmati pertunjukkan. Tujuannya, untuk membangkitkan jiwa nasionalime,” ujar najib ketua ranting Ansor Getas Pejaten dan sekaligus Sekretaris Panitia di sela sela acara pembukaan.

Kirab Merah Putih yang dimulai tahun ini adalah mengikuti gagasan oleh Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya. Tujuannya, untuk menyatukan masyarakata Indonesia dari berbagai suku dan budaya. ”Oleh karena itu, harus ada sesuatu yang bias mengingatkan kembali untuk menyatukan mereka dari perpecahan.” Dalam kirab kali ini, tema yang diangkat adalah ”Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita, Bhinneka Tunggal Ika, Merawat Tradisi, Menjaga NKRI. NKRI Harga Mati”.

Tema ini untuk menekankan rasa nasionalisme yang banyak digoyahkan dengan berbagai paham, bahkan kelompok-kelompok anti pancasila, anti NKRI, yang ingin memecah belah bumi nusantara yaitu Indonesia, dan juga yang mengatasnamakan agama.

Selain kirab merah putih, rangkaian kegiatan lainnya adalah Tahlil Umum, Khataman Al Quran, Ziarah Para Ulama Kyai pendiri dan Penggerak NU, Donor Darah dan puncak kegiatannya adalah Pengajian Kebangsaan yang diselenggarakan pada tanggal 22 April 20017.(16/4)

#ansornew