Rabu, 17 Januari 2018

LDNU-LBMNU Jati Kudus Mengadakan Selapanan Majlis Talim Istighosah dan Bahtsul Masail

Kudus, 17/01/2017. Alhamdulillah LDNU dan LBM NU (MWC NU) Kecamatan Jati sudah menghasilkan kesepakatan membuat sebuah kegiatan bersama yaitu "Selapanan Majlis Ta'lim Istighosah dan Bahtsul Masail" Sekecamatan Jati dengan Audien peserta umum, meliputi NU dan Banomnya, para kyai Masayikh, Kyai Muda, pondok pesantren (para santri), masyarakat, tokoh masyarakat, pengurus takmir masjid dan mushola. Se kecamatan Jati.

Diharapkan adanya Majlis Ta'lim ini akan menambah wujud Sillaturrakhim antar sesama yaitu Ukhuwah Islamiyyah dan Basyariyah untuk Syiar dan Da'wah kepada seluruh umat Islam khususnya di kecamatan Jati umumnya di kabupaten Kudus,kami berharap pada acara ini seluruh masayikh, kyai, bapak, ibu, kyai muda, pemuda pemudi,  pelajar dan santri bisa ikut dan mewarnai kegiatan ini.

Alangkah indahnya dalam kebersamaan untuk bisa syiar dan dakwah bersama untuk mengibarkan dan mengajarkan ajaran ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyyah di tengah tengah masyarakat, apalagi di era sekarang ini, banyak hukum-hukum Islam mulai dari Ibadah dan muamalah lainua yang seenaknya saja menyimpang dari ajaran Aswaja An Nahdliyyah.

Kemudian, maka dari itu untuk memperkuat dan menambah wawasan keislamanan kita dengan selapanan kegiatan Selapanan Majlis Ta'lim (Istighosah dan Bahtsul Masail) ini akan menjadikan pembelajaran yang baik dan terarah, tidak belajar lewat google yang bisa menyesatkan tapi dengan kajian kitab kuning salafiyah An Nahdliyah yang dibimbing para kyai masayikh dan Kyai Muda NU yang berpengalaman.

Insya Allah pada akhir bulan Januari ini tepatnya pada Hari senin tanggal 29 Januari 2018 pada pukul 19.00-22.00 WIB di tempat masjid AT TAQWA Loram Kulon kerjasama PR.NU Loram kulon dan Pengurus Takmir Masjid At Taqwa yang akan dimulai lagi LBM NU dan LDNU dengan mengkonsep acara majlis ilmu, syiar dan dakwah.

Susunan acaranya tepat dimulai pukul 19.30 (bakdal isya'), Pembukaan, Pembacaan Ayat Suci Al Qur'an dan Sholawat Asnawiyah, Istighosah (NU) versi dari Habib Luthfi, Doa, Bahsul Masail, Penutup/doa Ikhtitam.

Untuk awalan akan mengangkat tema pembahasan yaitu tentang "Thoharoh".
Acara Selapanan ini akan berkelanjutan (selapanan) di semua Ranting-Ranting NU yaitu 14 desa se kecamatan Jati anjang sana di masjid-masjid Jami' rantingnya.

Maka atas dukungan semua pihak Pengurus Takmir Masjid khususnya dan umumnya warga Nahdliyyin agar bersama bersama nguri nguri kegiatan ini agar nantinya bisa bermanfaat untuk generasi penerusnya. Amin.

Jumat, 12 Januari 2018

Sewindu Khaul Gus Dur dan Pra Konferensi PAC GP. Ansor Jati

Kudus, 12/1/2018. Pra Konferensi Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus dan Kegiatan Sewindu Khaul Gus Dur yang berlangsung di tempat MI NU Baitul Mukminin Jati Kudus dan sekaligus tuan rumah adalah PR. GP. Ansor Getaspejaten. Pada kesempatan ini acara dimulai pukul 19.30 s/d 23.00 WIB, susunan acara adalah pebacaan ayat suci Al Qur'an, Tahlil, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya,Yaa Lal Wathon, Mars Ansor dan Mars Banser, kemudian dilanjutkan dengan acara napak tilas senandung rindu dan Anekdot Gus Dur.
Acara yang dihadiri seluruh pimpinan ranting GP. Ansor, Fatayat, IPNU, Se-Kecamatan Jati dengan tema "Ansor Mandiri Solusi Membangun Negeri". Hadir juga pembina Ansor jati beliau Bapak Aflah dan Zaenuri, Ikut Hadir juga dari PC. Cabang GP. Ansor Kabupaten Kudus untuk memimpin rapat Pra Konferensi dan sekaligus sosialisasi LWA (Lembaga Wakaf Ansor).

Salah Satu anekdot ini adalah tentang Mungkinkah Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur? Kelihatannya dia memang percaya, sebab Gus Dur selalu siap dengan gigih dan sungguh-sungguh membela “ideologi”nya itu. Padahal hal tersebut sering membuat repot para koleganya.

Tapi, ini mungkin jawaban yang benar, ketika ditanya kenapa Gus Dur sering berziarah ke makam para ulama dan leluhur.

“Saya datang ke makam, karena saya tahu. Mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan lagi.” Katanya.

Kemudian cerita selanjutnya Magnet sense of humor Gus Dur yang tinggi membuat kesengsem seorang artis cantik saat hadir dalam suatu acara di rumah salah seorang pengasuh Pondok Kajen, Jawa Tengah. Saking gemesnya, artis itu dengan santai langsung ngesun(mencium) pipi Gus Dur tanpa pake permisi. Jelas beberapa di antara mereka yang hadir langsung dibikin kaget dan bingung. Siapa yang kuat ngeliat kiai nyentrik cuma diem aja disun (dicium) artis cantik.

Tak lama kemudian begitu sudah agak sepi, Gus Mus yang sedang di antara mereka, langsung numpahin sederet kalimat yang sudah dari tadi cuma bisa disimpan di dalam hati.

“Loh Gus, kok Gus Dur diam saja sih disun sama perempuan?’”

Dengan santai dan.. silakan bayangin sendiri gayanya, Gus Dur malah ngasihjawaban sepele.

“Lha wong saya kan nggak bisa lihat. Ya mbok sampeyan jangan pengen….”

red.najibazza

Rabu, 08 November 2017

Kunjungan Konsolidasi dan Kordinasi Syuriyah dan PC NU Kudus di MWC NU Jati

Kudus, 8/11/2017, Kunjungan konsolidasi dan kordinasi Jajaran Syuriyah NU dan PC NU kabupaten Kudus ke MWC NU Jati ini dihadiri oleh Rois Syuriyah NU Cabang Kudus KH. Ulil Albab Arwani Al Hafidz beserta Pengurus Cabang lainya yaitu diantaranya adalah Prof. KH. Muslim A.Kadir, KH. Shodikun, KH. Amin Yasin dan Bapak Agus Hari Ageng.

Selanjutnya dalam acara ini yang diundang adalah pengurus MWC sendiri, pengurus ranting NU Kecamatan Jati beserta Banomnya, yaitu NU, Muslimat, GP. Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU.

Dalam sambutannya Rois Syuriyah NU Kudus, KH. Ulil Albab Arwani Berpesan ;
1. Menjalankan amanat itu harus ikhlas.
2. Taat Kepada Ulama' dan kyai adalah Ibadah.

Amanat dari Masyarakat harus dijaga dan dirawat dengan baik, Melaksanakan ibadah Kepada Allah SWT syarat utamanya agar ibadah kita diterima adalah IKHLAS karena Allah SWT, kalau kita beramal tidak ikhlas karena Allah, contohnya hanya ingin mendapatkan pujian atau imbalan maka Allah tidak akan menerima amalnya.

Amal adalah badan atau jisim dan Ikhlas adalah nyawa atau ruh. Berjuang menegakkan agama Islam dengan cara bermacam macam, pada zaman dahulu kita dengan perang melawann penjajah, maka pada saat ini kita dengan menggunakan syiar dakwah bukan lagi dengan perang. kalau umat Islam khususnya warga Nahdliyyin bersatu untuk mengakkan Aswaja Annahdliyyah maka umat islam akan kuat, jadi jangan sampai terpecah belah.

kemudian dalam suatu organisasi yang kuat dan berkembang maka perlu mencari seorang Pemimpin kuat adil dan peduli dengan masyarakatnya, maka Jamaahnya akan kuat. kita wajib selalu mengikuti perintah dari pemimpin, ulama, kyai dalam mengarahkan amar ma'ruf atau koridor yg baik dan jangan mengikuti hal perintah yang tidak baik, yang terpenting juga kita perhatikan adalah dengan taat ini kita mengikuti Sunnah-sunah Rasulullah. Persatuan dan Kesatuan adalah sebagai power (kekuatan ) untuk berjuang bersama menegakkn Islam Aswaja Annahdliyyah, karena itu dalam kepngurusan suatu oraganisasi harus sinergi dari mulai ranting, MWC sampai Cabang NU.

Syuriyah NU berpesan juga dalam menghadapi dinamika politik, apalagi dalam menjelang pilkada 2018 Kabupaten Kudus, kita sebagai Warga NU harus pintar dalam memilih pemimpin yang adil dan amanah. Kewajiban kita bersama untuk mendirikan pemimpin yang adil dan baik juga Amanah, karena ini adalah kewajiban dalam hukum syara' agama Islam maka kita harus melaksanakannya.

Adil harus bisa mentaati aturan dalam Islam dan pemerintah, hal ini memang sangat sulit, maka pilihlah pemimpin yang paling baik, kita harus berusaha melaksanakan dan mempersiapkan dengan memilih yang cerdas ketika nanti sudah waktu mencoblos, memang sebagai Rois Syuriyah NU tidak punya kursi, akan tetapi kewajiban untuk mengarahkan warga Nahdliyyin untuk memimilih kepada imam (pemimpin) yang adil dan baik.

Kenyataan dilapangan memang berat, pandangan dimasyarakat bahwa pemimpin dengan uang banyak akan terjadi (money politik), maka rakyat disuruh mencoblos dengan dikasih uang atau imbalan lainnya untuk memilih pemimpin. maka kita harus benar-benar berhati-hati untuk bisa menempatkan posisi seperti ini. Pilihlah pemimpin yang sefaham dengan Aswaja Annahdliyyah dan jangan memilih pemimpin yang tidak sefaham dengan Aswaja Annahdliyyah.

Dalam memilih dan memilah seorang pemimpin di pilkada 2018 Kabupaten Kudus ini, jajaran Syuriyah NU, PC NU beserta MWC, akan bermusyawarah untuk memilih dan mengarahkan masyarakat warga Nahdliyyin untuk memilih pemimpin yang adil dan baik. maka diadakan pertemuan atau majlis khusus untuk menentukan siapa pilihannya yang di usung NU waktu pilkada nanti.tidak malam ini saya sebutkan, tapi nanti, tutur Prof.KH. Muslim A.Kadir.

Kemudian acara konsolidasi ini dilanjutkan dengan tanya jawab dialogis yang dalam hal ini moderator dipimpin oleh bapak Agus Hari Ageng.
(red.Najib Azza)

Kamis, 26 Oktober 2017

Puncak Acara HSN 2017 Kudus dengan MMBS

Kudus, 26/10/2017
Rangkaian HSN kabupaten kudus 2017 Alhamdulillah tinggal 1 event lagi, MMBS atau Mlaku Mlaku Bareng Santri. Kegiatan ini insya Allah akan di ikuti oleh 100 ribu peserta dari kalangan santriwan santriwati se kabupaten Kudus dengan memakai khas santri yaitu sarungan, acara yang di mulai pukul 05.00 WIB, dalam acara ini dimeriahkan beberapa perform dan atraksi diantaranya ada senam dzikir MA Banat NU, Atraksi Pagar Nusa dan Banser NU. Selain itu ada Teater, Bhakti Sosial medis barada banser, Donor darah dan Bhakti lingkungan LPBI NU. Acara ini sekaligus penutupan HSN 2017 kabupaten Kudus dan juga memperingati hari sumpah pemuda sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai kesantrian dalam membentengi PBNU yaitu (Pancasila, Bhineka tunggal ika, NKRI dan UUD 45), Salam Santri Mandiri, NKRI Hebat. 
Sumber : H.Mawahib Afkar (Ketua SC HSN 2017 Kabupaten Kudus)

Kamis, 05 Oktober 2017

Peresmian Gedung MWC NU JATI KUDUS

PERESMIAN GEDUNG
MWC NU DAN NUR MUTHMA'INNAH KEC.JATI

RANGKAIAN ACARA :

Pra Acara :

Terbang PAPAT dari PR. NU MEGAWON

ACARA :

1. Pembukaan : Suyudi
2. Pasal : Ustadz Jamian
3. Tahlil : Kyai Sumber Irfan
4. Sambutan :
    Pengurus MWC (H. SUBHAN)
    Camat Jati ( Bp. Andrias)
5. Prosesi Peresmian Gedung MWC NU JATI
6. Mauidhoh Khasanah (KH. AMIN YASIN).

TAMU-TAMU YANG HADIR :
UNDANGAN 200.

1. CAMAT JATI
2. KAPOLSEK JATI
3. KORAMIL JATI
4. PENGURUS MWC NU JATI
5. PENGURUS RANTING NU &
    BANOM NU
6. KEPALA DESA GETAS PEJATEN
7. TOKOH AGAMA
8. TOKOH MASYARAKAT
9. TETANGGA

DIRESMIKAN OLEH :
PC.NU KUDUS.
(Drs. H. ABDUL HADI, M.Pd.)

PENANDATANGANAN PRASASTI OLEH :

TANFIDIYAH.   : H. SUBHAN
MUSTASYAR.  : KH.ALIF SYAROFI
SYURIYAH        : KH. ZAENAL AFRONI

KETUA PANITIA
SYAIFUDDIN NAJIB, S.PdI

SEKRETARIS
RIF'AN, S.PdI

Jumat, 15 September 2017

Cara Menguburkan Ari Ari

TATA CARA MENGUBUR ARI-ARI BAYI

Selama dalam rahim, ari-ari memiliki empat fungsi. Termasuk mengirimkan gizi dan oksigen, membawa karbondioksida dan sisa pembuangan, membentuk pertahanan dari infeksi dan mengeluarkan hormon penunjang kelangsungan hidup. Demikian pentingnya peranan ari-ari, hingga ia tetap diperlakukan dengan layak, sekalipun tugas utamanya telah selesai.

Dari kacamata spiritual Jawa, ari-ari masih memiliki peranan panjang hingga ke depannya. Istilah Kakang Kawah, Adi Ari-Ari, Getih lan Puser menggambarkan bahwa ari-ari tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jabang bayi yang dilahirkan. Ari-ari merupakan ‘adik kandung’ tiap-tiap pribadi yang menemani kemanapun orang ini pergi.

Karena itulah menguburkan ari-ari juga tidak boleh sembarangan. Ada tata caranya, seperti yang tertulis berikut ini.

1. Setelah janin lahir, ari-ari dibersihkan atau disucikan. Beralaskan daun senthe, ari-ari dimasukkan ke dalam periuk tanah. Kemudian ditutup dengan cobek atau tempurung kelapa.

2. Diatas wadah diberi berbagai ubarampe atau barang syarat. Barang-barang yang dijadikan syarat ini biasanya berbeda untuk tiap daerah.
Ari-ari beserta ubarampenya kemudian dibungkus dengan kain mori (kain putih pembungkus).

3. Lubang untuk mengubur ari-ari digali oleh si bapak. Dalamnya sekitar satu lengan. Bila bayinya perempuan, letak lubang ini ada di sebelah kiri pintu utama rumah. Sedangkan bila bayinya laki-laki, lubangnya terletak di sebelah kanan.

4. Termasuk orang yang berhak melakukan penguburan ari-ari adalah bapak kandung, kakek, atau saudara laki-laki lain yang paling dekat dengan si bayi. Baiknya, sebelum menguburkan terlebih dulu mandi besar untuk menyucikan diri. Kemudian mengenakan kain atau sarung.

5. Ari-ari yang telah terbungkus dibawa dengan cara diemban, alias digendong menyamping di pinggang. Lalu dimasukkan ke dalam lubang dan ditimbun dengan tanah. Sebelum ditimbun tanah ada beberapa doa yang sebaiknya dibaca terlebih dahulu:
a. Dibakan adzan dan iqomah
b. Dibacakan dua kalimat Syahadat
c. Dibacakan Sholawat
d. Dibacakan jopo: "Jabang Bayi, Ojo Kakehan nangis, ojo kakehan bika, ojo kakehan penyakit, taat marang Gusti Allah lan Rosulullah, tunduk marang wong tuwo loro, apik marang sedulur lan masyarakat, migunani kanggo Nusa, Bangsa lan Agama"
e. Kemudian dijawab sendiri: "Injih...injih...injih..."

6. Selanjutnya masukkan tanah yg sdh diacak. Semakin padat penimbunannya semakin baik, agar ari-ari aman dari gangguan binatang.

7. Selama selapan (35 hari), kuburan ini diberi penerangan. Agar baik ari-ari maupun si jabang bayi selalu diberi penerang dalam perjalanannya.

Kegiatan Akreditasi PR. GP. Ansor Se Kecamatan Jati

Kudus, 15/9/2017
Sambutan Ketua PAC GP. ANSOR Jati H.Hadi Sofyan dalam kegiatan Akreditasi yang diadakan oleh PC. GP. Ansor Kudus
Merupakan sebuah hal sangat penting yang menjadi tolak ukur kita menjalankan organisasi dibuktikan dengan biodata seluruh anggota dan ini adalah yang menjadi sejarah pada ranting masing-masing. Dokumentasi dan administrasi akreditasi ditarget sampai 80% ada 10 ranting dari 14 desa.

Setiap ranting akan menyodorkan berkas dan komponen yang nanti dinilai, harapannya adalah kami agar semua ranting bisa ikut dan bagi yang belum bisa dibenahi lagi. Hal ini jangan buat beban bagi semua ranting untuk akrediatasi yang nanti buat mengukir sejarah yang bermanfaat bagi generasi penenerusnya.

Salah satu Komponen - Komponen penilaian akreditasi organisasi Gerakan Pemuda Ansor didasarkan kepada 4 komponen instrumen program pokok, yaitu meliputi Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, Kaderisasi rekrut anggota dalam struktur kepengurusan,  Pengembangan Banser dan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan, dalam persiapan akrditasi ini kami bersama jajaran pengurus PAC Ansor Jati dan PR. Ansor Se Kecamatan Jati memberi arahan dan  membekali mereka terkait dengan instrumen-instrumen yang nantinya harus dipersiapkan.
(red.najib)