Kudus, 29/7/2017,
Acara yang digelar di gedung MWC NU Jati ini dihadiri oleh jajaran PC. GP. Ansor Kudus, PAC Jati dan PR se Kecamatan Jati,
Turba ke dua yang dilaksanakan dengan pemaparan PROKJA ini, bertujuan untuk memberikan informasi pada PAC dan PR pada tahun ke dua kepengurusan H. Sarmanto
Dalam raker tahun kedua ini adalah di fokuskan pada penguatan perekonomian tanpa meninggalkan idiologi dan kaderisasi pada Rakercab PC. Ansor Kudus yaitu menuju kemandirian ekonomi, jadi semua GP. Ansor tingkat PAC dan PR ini harus mendukung sepenuhnya kegiatan program yang sudah dicanangkan oleh PC Ansor Kudus, namun program ini adalah program untuk semuanya yaitu PAC dan PR.
Selanjutanya, dalam raker kedua ini dipaparkan oleh H. Mawahib Afkar selaku dalam jajaran pengurus harian yaitu wakil ketua sekaligus yang membidangi di Departemen Busidol (Budaya Seni dan olah raga).
Rakercab yang sudah dilaksanakan pada tanggal 15 juli 2017 mengesahkan beberapa kegiatan yaitu pada bidang bidang yang ada dalam departemen yaitu keagamaan, organisasi, kaderisasi,penelitian dan pengembangan, pelatihan ketrampilan, budaya dan olahraga, ekonomi dan keuangan syari'ah.
Seperti dalam bidang Kaderisasi bentuk kegiatannnya adalah monitoring dan evaluasi oraganisasi PAC dan PR kerjasma internal dan eksternal turba ke PAC Ansor dan Rijalul Ansor, akreditasi organisasi, pendataan anggota, workshop pengolahan database,
Kemudian dalam bidang Litbang, penelitian dan pengembangan. Dalam rakercab tersebut adalah seminar yaitu pelatihan Interpreneurship, menuju kemandirian ekonomi, penelitian potensi kader NU profil organisasi, kader dan pemberdayaan umat Islam. Dalam Departemen agama yaitu Majlis Dzikir dan sholawat, Aswaja center, ziarah/umroh. Departemen keagamaaan ini yang di ketuai olehvgus umam yaitu program dalam perencanaan yg nanti direalisasikan dalam kajian rutin di selapanan 9 kecamatan untuk aswaja center dengan tujuan penguatan aswaja di kabupaten kudus, identifikasi ponpes, kyai muda, kajian aswaja di masjid agung kudus, kajian aswaja kerjasama IPNU dan IPPNu dari PC.PR.
Selain itu, di bidang BUSIDOL programnya ada Harlah Ansor, PHBI, HSN, Ansor CUP yang tahun kemaren sudah action di Kudus dan mendapatkan banyak dukungan di kalangan Nahdliyyin terutama para pelajar dan santri.
pada akhir sesi dipaparkan oleh PAC Ansor Jati sahabat H. Sofyan Hadi tentang pendirian Klinik Pratama Ansor di Kabupaten Kudus. Target 2018-2019 harus terwujud bangunan.
Selain itu pada akreditasi PR. GP Ansor dalam komponen penilaian yaitu Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, rekrut anggota, kebanseran, kegiatan sosial kemasyarakatan dan kepemudaan.
Sabtu, 29 Juli 2017
TURBA PC. ANSOR KE.2 PENGUATAN KEMANDIRIAN PEREKONOMIAN
Turba Ke - 2 PC GP. ANSOR KUDUS
Kudus, 29/7/2017,
Rakercab II (kedua) Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kudus yang dilaksanakan pada sabtu malam yang bertempat di gedung MWC jati, pada kegiatan Turba ini yang ke 8 dari PC GP. ansor Kudus.
H. Sarmanto selaku Ketua PC. Ansor Kudus Dalam sambutannya, pada tahun ke 2 ini perlu ada sosialisasi yang harus ada satu pemahaman antara PC, PAC dan PR terkait dengan visi misi ansor kudus, 3 visi tersebut adalah penguatan ideologi Aswaja Annahdliyyah, Penguatan organisasi dan kaderisasi dan pengutan ekonomi. Pada tahun pertama adalah penguatan ideologi dan kaderisasi, ini terbukti bahwa dari 132 desa atau ranting yang ada dikabupaten Kudus sudah aktif yang mencapai kurang lebih 90% yaitu 115 desa atau ranting kemudian target dalam tahun kedua ini harus bisa 100% di semua desa atau ranting se kabuptrn kudus. Prestasi tersebut dibuktikan dari PAC yang sudah melaksanakan PKD, DIKLATSAR, PKL dan SUSBALAN, support dari kegiatan tersebut bisa memotivasi di masing-masing ranting yang selama ini belum aktif sehingga bisa aktif dan action.
Untuk penguatan ideologi yaitu terbentukanya Aswaja Center dan Rijalul Ansor dengan Tujuan penguatan ideologi Aswaja Annahdliyyah, kemudian dalam hal persoalan organisasi Ansor Banser sudah mengarah pada visi misi dan kegiatan dan bisa mempengaruhi kebiajakan kebijakan di kabupaten kudus contoh perda pelarangan karaoke yang di tegakkan pada tingkat kabupaten, selain itu pada tingkat nasional yaitu munculnya perpu ormas radikal yang anti NKRI.
(#red.najib)