Jumat, 12 Januari 2018

Sewindu Khaul Gus Dur dan Pra Konferensi PAC GP. Ansor Jati

Kudus, 12/1/2018. Pra Konferensi Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus dan Kegiatan Sewindu Khaul Gus Dur yang berlangsung di tempat MI NU Baitul Mukminin Jati Kudus dan sekaligus tuan rumah adalah PR. GP. Ansor Getaspejaten. Pada kesempatan ini acara dimulai pukul 19.30 s/d 23.00 WIB, susunan acara adalah pebacaan ayat suci Al Qur'an, Tahlil, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya,Yaa Lal Wathon, Mars Ansor dan Mars Banser, kemudian dilanjutkan dengan acara napak tilas senandung rindu dan Anekdot Gus Dur.
Acara yang dihadiri seluruh pimpinan ranting GP. Ansor, Fatayat, IPNU, Se-Kecamatan Jati dengan tema "Ansor Mandiri Solusi Membangun Negeri". Hadir juga pembina Ansor jati beliau Bapak Aflah dan Zaenuri, Ikut Hadir juga dari PC. Cabang GP. Ansor Kabupaten Kudus untuk memimpin rapat Pra Konferensi dan sekaligus sosialisasi LWA (Lembaga Wakaf Ansor).

Salah Satu anekdot ini adalah tentang Mungkinkah Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur? Kelihatannya dia memang percaya, sebab Gus Dur selalu siap dengan gigih dan sungguh-sungguh membela “ideologi”nya itu. Padahal hal tersebut sering membuat repot para koleganya.

Tapi, ini mungkin jawaban yang benar, ketika ditanya kenapa Gus Dur sering berziarah ke makam para ulama dan leluhur.

“Saya datang ke makam, karena saya tahu. Mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan lagi.” Katanya.

Kemudian cerita selanjutnya Magnet sense of humor Gus Dur yang tinggi membuat kesengsem seorang artis cantik saat hadir dalam suatu acara di rumah salah seorang pengasuh Pondok Kajen, Jawa Tengah. Saking gemesnya, artis itu dengan santai langsung ngesun(mencium) pipi Gus Dur tanpa pake permisi. Jelas beberapa di antara mereka yang hadir langsung dibikin kaget dan bingung. Siapa yang kuat ngeliat kiai nyentrik cuma diem aja disun (dicium) artis cantik.

Tak lama kemudian begitu sudah agak sepi, Gus Mus yang sedang di antara mereka, langsung numpahin sederet kalimat yang sudah dari tadi cuma bisa disimpan di dalam hati.

“Loh Gus, kok Gus Dur diam saja sih disun sama perempuan?’”

Dengan santai dan.. silakan bayangin sendiri gayanya, Gus Dur malah ngasihjawaban sepele.

“Lha wong saya kan nggak bisa lihat. Ya mbok sampeyan jangan pengen….”

red.najibazza

Tidak ada komentar:

Posting Komentar