Karena sejak lama sudah ada skenario MEMBUNUH INDUSTRI ROKOK INDONESIA, yang pada saat itu menyumbangkan devisa dari cukai rokok melebihi minyak. Di sisi lain para industri rokok menyumbang kemakmuran bagi petani tembakau dan cengkeh Nusantara, menopang pedagang pengecer dan banyak lagi domino efek perekonomiannya. Dan itu bagian penting bagi tulang punggung APBN selama ini.
Tiba-tiba negara asing yang hendak melumpuhkan Indonesia berupaya mencari jalan agar bisa menutup kran ekonomi dari industri rokok ini. Karena Indonesia juga bermain dalam pasar global rokok dan cerutu sehingga jadi pesaing mematikan bagi industri rokok luar negeri. Mereka pun kemudian merumuskan cara dengan membuat tembakau sintetis yang diberi label rendah kandungan tar nya dan membuat aturan internasional agar tunduk pada skenario rendah tar itu. Selain menekan industri rokok Indonesia agar menjual sahamnya sebagian kepada mereka dengan alasan agar bisa memasok teknologi itu.
Padahal tembakau sintetis yang diberi essence tembakau dan cengkeh buatan itulah penyumbang terbesar penyakit kanker paru dan tenggorokan. Bukan rokok kretek tradisional yang berkonotasi herbal. Maka dibuatlah kampanye besar di dunia tentang aturan ruang merokok yang membatasi hak perokok dan malah melegalkan penempelan foto menjijikan yang tidak layak tayang dikemasan rokok agar menjadi trauma bawah sadar bagi perokok meninggalkannya.
Sementara industri dalam negeri yang dikuasai asing, pelan-pelan membunuh dengan beralih dari rokok kretek ke rokok putih sintesis. Malah pekerja linting digantikan oleh mesin industri guna menyingkirkan efek kemakmuran bagi buruh dan agar menjauh dari industri ini.
Apa anda sekalian lupa ... bahwa beberapa abad yang lalu, bangsa lain menjajah negeri ini salah satu alasannya adalah ingin menguasai cengkih dan tembakau guna dipasok ke negaranya untuk berbagai keperluan termasuk pengobatan, bahan masakan dan kosmetika. Rupanya karena sekarang kita merdeka dan menguasai komoditinya, mereka sekarang berusaha menghapus komoditi itu dari pasar dunia agar kita tidak dapat memetik nilai ekonomisnya.
Ya sudahlah ... sak karepmu ...
Gilanya lagi ya banyak orang kita kemudian mengamini skenario itu dengan alasan kesehatan, tanpa mau menengok juga hasil riset obyektif yang menjelaskan bahwa ada unsur obat dalam tembakau dan cengkih.
Alhasil dengan menurunnya penjualan tembakau dan cengkih dari petani, telah mengakibatkan mereka menebangi pohonnya karena dianggap tidak lagi menguntungkan dan diganti pohon Sengon yang bisa dipanen lima bulan.
Di daerah JEMBER yang dikenal sebagai penghasil tembakau terbaik di dunia untuk bahan cerutu maupun rokok ... sangat prihatin dengan artikel media tentang rencana pemerintah terlampir yang bisa mematikan petani tembakau dan cengkeh. Kalau saja itu direalisasikan, saya berharap petani tembakau dan cengkeh tetap eksis langsung mendekati pasarnya ... kita bikin saja paguyuban perokok non industri dan bikin rokok sendiri alias TINGWE atau NGELINTING DEWE ...
Jangan lupa ... kalau banyak tokoh dunia dan Indonesia itu perokok ... jadi perokok tidak berkorelasi buruk kepada kecerdasan anda ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar