Selamat pagi, siang, sore, malam untuk warga kudus, kali ini saya akan membagikan sejarah desa getas pejaten (kudus)
Warga desa getas pejaten pasti banyak yang belum tahu sejarah desa getas pejaten, nah sekarang baca dengan teliti ya... :-)
Getas Pejaten merupakan salah satu desa yang terletak di
kecamatan Jati
kabupaten Kudus (jawa tengah)
kecamatan Jati
kabupaten Kudus (jawa tengah)
di sebelah utara desa getas pejaten berbatasan dengan desa Wergu Wetan,
bagian timur berbatasan dengan desa Loram Kulon
dan desa Loram Wetan,,,
dan desa Loram Wetan,,,
bagian selatannya berbatasan dengan desa Tanjung Karang,
dan bagian barat berbatasan dengan desa Jati Kulon dan Ploso...
Menurut makalah Balai Desa Idaman,,,,
desa ini dulunya merupakan lahan perkebunan manggis sekaligus sebagai tempat mengintai ''mata-mata''
desa ini dulunya merupakan lahan perkebunan manggis sekaligus sebagai tempat mengintai ''mata-mata''
karena letaknya di perbatasan wilayah antara desa
Jati Kulon dan Tanjung Karang....
Jati Kulon dan Tanjung Karang....
Bahkan desa ini diperebutkan antara keduanya.
Hal ini terbukti dengan adanya 6 punden yang melingkar.
Hal ini terbukti dengan adanya 6 punden yang melingkar.
6 punden tersebut adalah: 1.Mbah Bulu
2.Mbah Nanggulboyo
3.Mbah Djoleno dukuh Gandikan Pejaten
4.Mbah Tanugatan
5Mbah Joyobito
6.Mbah Demang (ada di Tanjung Karang) Puncul Gerang Jati Kulon.
2.Mbah Nanggulboyo
3.Mbah Djoleno dukuh Gandikan Pejaten
4.Mbah Tanugatan
5Mbah Joyobito
6.Mbah Demang (ada di Tanjung Karang) Puncul Gerang Jati Kulon.
Pada punden Mbah Nanggulboyo yang terletak di RT 05 RW IV ditemukan sebuah pondasi kuno dengan nama Tambak Boto...
Namun akhirnya desa ini berdiri sendiri dengan adanya Mbah Cinde sebagai seorang penguasa di sana.
Namun akhirnya desa ini berdiri sendiri dengan adanya Mbah Cinde sebagai seorang penguasa di sana.
Beliau adalah seorang trah Mataram dan konon menjadi bagian dari Panglima Telik Sandi....
Pundennya berada di ujung utara Getas Pejaten,,, menghadap kearah alur aliran sungai yang melintas dari timur ke barat, yang menghubungkan beberapa desa.
Pundennya berada di ujung utara Getas Pejaten,,, menghadap kearah alur aliran sungai yang melintas dari timur ke barat, yang menghubungkan beberapa desa.
Meliputi desa Wergu Wetan, desa Getas Pejaten dengan desa Jati Kulon, desa Jati Wetan dengan desa Tanjung Karang. Punden itu berada tepat di dukuh Kauman, sebelah selatan masjid Jami’ Al-Mujahidin Getas Pejaten.
Pada masa kepemimpinan Mbah Cinde beliau mampu membangun sebuah tata kota yang indah makmur dan aman.. Gambaran itu terbaca dari petilasan makam kuno dan tempat-tempat yang diduga memiliki kaitan langsung dengan tata kerajaan dan keindahan.
Disebutkan singgasana Mbah Cinde itu menghadap ke sendang pemandian (di wilayah dukuh Kauman zaman Belanda terdapat Segaran-Laut Cilik-Belik).
Sendang tersebut berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari warga sekitar pada masa itu....
Para punggawanya bertempat di timur jalan (dukuh Kraton).
Di Getas Pejaten,
Para punggawanya bertempat di timur jalan (dukuh Kraton).
Di Getas Pejaten,
seluruh makam terletak di sebelah timur jalan setapak yang kini menjadi jalan raya. Hal itu merupakan salah satu sisi menarik dari desa ini.
Adapun asal muasal nama Getas Pejaten,,,,
kata -> GETAS <- berasal dari kata Getasan.
kata -> GETAS <- berasal dari kata Getasan.
Pada waktu itu para punggawa dari Mbah Cinde merupakan seorang yang keras, berwibawa, tegas, cepat, dan tepat.
Maka mereka mendapat julukan Getasan.
Dan kata ->PEJATEN<- berarti para petani, para penjaga (pemilik) pohon Jati yang bersifat pasrah.
Maka mereka mendapat julukan Getasan.
Dan kata ->PEJATEN<- berarti para petani, para penjaga (pemilik) pohon Jati yang bersifat pasrah.
Sehingga dalam desa Getas Pejaten berpadu sifat-sifat yang berbeda namun saling melengkapi.
Cukup sekian artikel tentang asal muasal desa getas pejaten,
:-) semoga bermanfaat :-)
:-) semoga bermanfaat :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar